Langsung ke konten utama

Untuk kamu, yang masih ter-rahasiakan di dalam hati..

Pekalah, sayang..
Terhadap seseorang yang bisa selalu ada.. 

Di setiap langkah mu, Di setiap arah tujuan mu, Di setiap apa pun yang terjadi kepada mu, selalu berakhir pilu.. aku tau itu.. Karna aku selalu ada untuk mu..
Di saat engkau menangis, Di saat engkau bersedih, Di saat engkau membutuhkan bahu persandaran diri yang telah membeku. Siapa yang engkau cari? Aku tau itu, karna aku yang selalu ada di saat engkau butuh..

Engkau selalu berkata; "Aku ingin mencari lelaki yang bisa mengerti aku, menerima kekurangan ku, rindu ketika aku jauh, Dan bisa menjadi Imam ku dan juga anak-anak ku,, nanti".. Tampa pernah engkau melihat aku..
Engkau selalu bercerita; "Aku sudah lelah terus menunggu, Aku sudah lelah memakan cinta-cinta yang palsu, aku sudah lelah.!! Sebenarnya aku sudah sangat lelah terus-terus-terus-terus saja selalu salah, selalu salah memilih dia, salah juga dengan dia, dan juga selalu saja salah bersama siapa saja.!!"" tampa pernah terfikir oleh mu untuk menoleh ke arah ku.. Hufz

Tidak dapatkah engkau melihat, sekali ini saja.. Aku yang tak tega melihat engkau selalu terluka, Aku yang tak bisa melihat engkau yang selalu saja kecewa, Aku yang.. [END] ..yang hanya ingin melihat engkau terlihat bercahaya, merasa bahagia, menikmati hidup yang sempurna..

Tidak dapatkah engkau merasa, akan satu cinta yang benar-benar nyata, akan satu cinta yang terlahir sempurna, akan satu cinta yang ingin membuat mu bahagia..
Namun selalu saja hampa, karena engkau lebih memilih jatuh cinta terhadap wajahnya, Engkau lebih memilih dia yang akan membuat mu kecewa, Engkau lebih memilih cinta yang kan berujung luka..

Hmm..
Sampai saat ini, Perasaan ini masih terpendam untuk kamu yang ter-rahasiakan di dalam hati..
Sampai saat ini, aku masih berharap. Agar engkau dapat merasakan kesucian cinta yang kan ku jaga selalu untuk mu..
Sampai saat ini, aku akan selalu ada, aku akan tetap ada, aku akan selalu berusaha. Walaupun engkau tak dapat tau, apa yang ku rasa..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Pembajakan" Ilmuwan Masih Berlangsung

Jakarta, Kompas - Minimnya sarana dan pemanfaatan hasil riset serta lemahnya sistem penghargaan tidak menjadi kendala bagi sejumlah ilmuwan dalam mengembangkan keahlian. Namun, kondisi ini dimanfaatkan negara lain untuk ”membajak” ilmuwan Indonesia. Sejumlah ilmuwan di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengatakan, ilmuwan yang diincar terutama dengan keahlian langka. ”Iming-iming yang diberikan umumnya gaji tinggi dan fasilitas lengkap,” kata ahli mikrobiologi pada Pusat Penelitian Biologi LIPI, I Made Sudiana, Selasa (8/2) di Cibinong Science Center, Cibinong, Jawa Barat. Sudiana baru-baru ini mengembangkan riset isolasi dan pengembangbiakan mikroba tanah dari lereng Gunung Merapi. Tujuan riset untuk percepatan pengayaan unsur hara lereng Merapi pascaletusan tahun lalu. Pengambilan sampel tanah berjarak 5 kilometer sampai 20 kilometer dari puncak Merapi. Saat ini Sudiana mampu mengisolasi dan mengembangbiakkan lima strain mikroba endemik lereng Merapi yang berfungsi sebagai...

Berpikirlah Seperti Orang-orang Jenius

Oleh: Michael Michalko Delapan strategi yang dipakai oleh orang-orang yang superkreatif, dari Aristoteles dan Leonardo sampai Einstein dan Edison. Walaupun Anda bukan seorang jenius, Anda bisa menggunakan strategi yang sama seperti Aristoteles dan Einstein dalam mempergunakan kekuatan dari pemikiran kreatif Anda dan mengelola masa depan Anda dengan lebih baik. Bagaimana seorang jenius mengemukakan gagasan-gagasannya? Apa yang biasa dipikirkan orang terhadap lukisan "Monalisa", atau teori relativitas? Karakteristik apa yang terdapat dalam strategi berpikir Einsteins, Edison, da Vinci, Darwin, Picasso, Michelangelo, Galileo, Freud, dan Mozard? Apa yang bisa kita tarik sebagai pelajaran dari mereka? Orang kadang-kadang menyamakan antara orang yang ber-IQ tinggi dengan jenius. Orang dengan intelegensi tinggi biasanya IQ-nya lebih tinggi dari seseorang penerima Hadiah Nobel, umumnya mencapai 122. Jenius biasanya mencapai score 1600 pada Tes Scholastik, menguasai 14 bahasa pada...

"Indonesia Mengajar", Semua Boleh Daftar

DEPOK, KOMPAS.com   - Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) maupun nilai akademis lainnya bukan harga mati untuk mengabdi menjadi penebar ilmu pengetahuan di kawasan-kawasan pedalaman. Program "Indonesia Mengajar" masih membutuhkan para sarjana yang memiliki niat dan tekad bulat untuk membagikan ilmunya di pedalaman-pedalaman Indonesia tanpa melihat latar belakang keilmuannya. Demikian diungkapkan Program Manager Indonesia Mengajar (IM) Retno Widyastuti di "UI Career & Scholarships Expo XI-2011", Kamis (10/2/2011), di Balairung Universitas Indonesia, Kampus UI, Depok. Retno memaparkan, animo pendaftar tetap membeludak kendati pendaftaran program IM batch   kedua periode tahun 2011 baru dibuka April nanti. Pendaftaran   batch   pertama sudah ditutup pada 31 Januari lalu. "Di sini (pameran) kami buka sampai Sabtu dan memberi kesempatan pengunjung yang tertarik rekrutmen untuk menuliskan alamat emailnya. Nanti, setelah dari sini kami akan memberikan notifikasi le...